Minggu, 07 Januari 2018

One Home One Hafidz

ONE HOME ONE HAFIDZ (SATU RUMAH SATU HAFIDZ)
Oleh : M.Samson Fajar
Pendahuluan
Iqra’ : Bacalah!! Ayat pertama ini mampu mengguncang dunia, ayat yang menjadi titik tolak peradaban Islam bersinar ke seluruh pelosok negeri. Dengan Iqra’ inilah manusia dapat dikeluarkan dari kegelapan (al-dzulm) kepada cahaya kebenaran Islam (al-Nur), mengangkat manusia dari jurang neraka, menuju taman surga yang sangat indah.
Iqra’ bukan sekedar iqra’, iqra’ adalah membaca dengan seluruh potensi dalam diri manusia, potensi kecerdasan yang Allah SWT telah berikan, sehingga mereka benar-benar menjadi manusia yang tinggi derajatnya. Karena peradaban dunia hanya bisa diwujudkan dengan ilmu pengetahuan yang diamalkan (ilmu amaliyah) dan amal yang didasarkan pada ilmu pengetahuan (amal ilmiah).  Inilah yang disebut Ibnu Qayim sebagai ahli Qur’an,sebagaimana pernyataanya: “Ahlul Qur`an adalah mereka yang mengilmuinya dan mengamalkannya, meskipun belum hafal di hatinya. Adapun orang yang menghafalnya, tetapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkannya, bukan termasuk ahlinya, meskipun hafalannya sangat kokoh.” [Zâdul Ma’âd fî Hadyi Khairil ‘Ibâd (I/327) oleh Ibnul Qayyim] .  Sedangan Syafarul Haq menyatakan bahwa“Shahibul Qur`an adalah orang yang senantiasa membacanya dan mengamalkannya, bukan yang (sekedar) membacanya tetapi tidak mengamalkannya.” [‘Aunul Ma’bûd (IV/237) oleh Syaraful Haq Abadi]
Ahli Qur’an adalah manusia terbaik, karena mereka adalah manusia yang mengoptimalkan potensi hidupnya untuk al-Qur’an, mereka mengoptimalkan fungsi matanya untuk membacanya, fungsi telinga untuk mendengarkanya, akalnya untuk memikirkanya, dan hatinya untuk mentadaburinya. Hal ini dapat dikumpulkan melalui menghafal al-Qur’an, karena mereka memasukan ayat-ayat Allah SWT melalui inderanya, ke dalam fikiran dan hatinya, sehingga mengalir ke dalam dirinya, dan menjadikanya Hafidz.
Hafidz adalah orang yang hafal al-Qur’an. Secara bahasa hafidz adalah isim fa’il (isim subjek) dari fi’il “hafidza” yang artinya menjaga. Sehingga hafidz adalah orang yang menjaga al-Qur’an, baik dari segi bacaan, pemahaman, pengamalan dan dakwah. Inilah pemaknaan hafidz yang sebenarnya. Mereka menghafalkan al-Qur’an dengan tujuan untuk menjaga al-Qur’an dalam kehidupanya, karena tanpa para penghafal al-Qur’an maka Islam tidak akan memiliki kemurnian sampai akhir zaman. Hal ini sebagai dalil bahwa hanya al-Qur’an kitab yang dapat dihafalkan oleh manusia.
Dalam rangka membangun peradaban Islam yang lebih baik di masa datang, maka hendaknya membangun sebuah gerakan untuk melahirkan para penghafalal-Qur’an yang menjadi penjaga kalam Allah SWT. Di tangan merekalah Islam masa depan, ditangan merekalah perjuangan ini, dan merekalah calon pemimpin masa depan. Sudah waktunya ummat Islam sadar akan hal ini, minimal satu rumah satu hafidz, dengan ini keberkahan keluarga akan hadir, keberkahan bangsa akan tercurah dan keberkahan alam semesta akan menyebar.
Dengan al-Qur’anlah semuanya menjadi mulia, maka segala sesuatu yang menginginkan kemuliaan maka hendaknya menjadikan al-Qur’an sebagai dasarnya. Waktu paling mulia adalah Lailatul Qadar karena waktu turunya al-Qur’an. Tempat paling mulia adalah makkah dan madinah, karena di keduanya diturunkanya al-Qur’an. Manusia paling mulia adalah Nabi Muhammad saw, karena kepadanya al-Qur’an diturunkan. Sehingga ketika kita ingin mulia, maka kita turunkan al-Qur’an dalam diri kita.
One Home One Hafidz Sebuah Keniscayaan
One Home One Hafidz adalah sebuah gerakan untuk memotivasi semua keluarga muslim untuk menghadirkan hafidz dalam rumah tangga, hal ini bukan hanya untuk prestise akan tetapi sebuah kelaziman yang harus diwujudkan, ketika sebuah keluarga menginginkan kemuliaan dunia akhirat. Ada beberapa alasan mengapa gerakan satu rumah satu hafidz ini diluncurkan:
1.      Orang Tua (Ibu dan Bapak) para Hafidz Qur'an mendapat kemuliaan.
Nabi Muhammad saw bersabda :"Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan beramal dengan apa yang terkandung dalamnya maka kedua dua ibu bapaknya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinar mahkota itu akan melebihi daripada cahaya matahari, walaupun matahari itu berada didalam rumah-rumah kamu di dunia ini" (Hadist Riwayat Ahmad dan Abu Daud).  Allah swt juga memberi jaminan ganjaran kepada ahli keluarga bagi yang Hafidz Al-Qur'an sebagaimana Rasulullah saw sendiri pernah menyatakan bahwa ibu bapak bagi penghafal Al-Qur'an akan dimuliakan di akhirat termasuk sepuluh orang ahli keluarga yang turut mendapat syafaat masuk syurga. Demikianlah orang tua yang akan dimuliakan oleh putra-putrinya yang hafal al-Qur’an (dalam tafsir) dengan mendapatkan mahkota di surga.
2.      Penghafal Al-Qur'an akan mendapat syafaat (Penolong).
Dari Abi Umamah ra ia berkata "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :  Bacalah olehmu Al-Qur'an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat kepada para pembacanya (penghafalnya)." (Hadist Riwayat Muslim).  Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw bersabda :"Tidak ada orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari AL-Qur'an, kecuali mereka akan memperoleh ketentraman, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat dan mereka senantiasa disebut-sebut oleh Allah dikalangan para malaikat (yang dilangit)"  (Hadist Riwayat Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Daud). Jika dalam sebuah keluarga ada seorang yang hafidz maka seluruh pahala yang Allah SWT berikan dalam hadits tersebut maka keluarga tersebut akan mendapatkan pahala yang sama, terutama orang tuanya, karena melalui dirinyalah hafidz itu lahir.
3.      Penghafal Al-Qur'an mendapat ganjaran berlipat kali ganda. 
Nabi Muhammad saw bersabda :"Barangsiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (Al-Qur'an) maka baginya (pembaca) dengannya (Al-Qur'an) pahala dan pahala digandakan sepuluh kali.  Aku tidak mengatakan bahwa "alif laam mim" itu satu huruf tetapi alif satu huruf dan mim itu satu huruf". (Hadist Riwayat At-Tirmidzi)
Adakah pahala yang lebih besar dibandingkan hal ini,ketika pahala dituliskan dalam setiap hurufnya, bahkan dilipat gandakan 10 kali lipat. Setiap si hafidz membaca al-Qur’an maka keluarganya akan mendapatkan kemuliaan, rumah akan disinari sinar hidayah, orang tua akan mendapatkan pahala yang sama dengan bacaan anaknya. Sehingga adakah kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan orang tua yang putranya hafal al-Qur’an.
4.      Satu Hafidz Memberi syafaat 10 Keluarga.
Sabda Rasulullah saw :"Barangsiapa membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, menghalalkannya yang halal dan mengharamkan yang haram, maka Allah memasukkannya ke dalam surga dan dia boleh memberi syafaat 10 orang keluarganya yang sudah pasti masuk neraka." (Hadist Riwayat At-Tarmidzi)
Dalam hadits ini Allah SWT akan mensyafaati 10 keluarga yang ada dirumahnya orang yang membaca dan mengamalkan al-Qur’an (menurut mufasir: hafal al-Qur’an). Kemuliaan anak yang hafal al-Qur’an dapat meluas kesepuluh keluarganya, subhanallah, ini adalah kemuliaan yang sangat luar biasa. Coba bayangkan jika anak yang bermaksiat, dia akan menjadi orang yang akan menyeret keluarganya ke jurang neraka.
Generasi Terbaik adalah Hafidz
Dalam sebuah surat kabr dikatakan bahwa yang paling ditakuti pasukan Israil adalah para hafidz, walaupun mereka masih kanak-kanak. Mengapa mereka begitu takut, karena para hafidz adalah orang yang memiliki keyakinan yang sangat tinggi, semangat yang luar biasa, dan kecerdasan yang di atas rata-rata. Hal ini dapat dibuktikan dengan perjuangan mereka menghafal al-Qur’an, yang membutuhkan semangat, keikhlasan, keistiqomahan dan kesabaran.

Jika generasi saat ini memulai sejak dini untuk belajar menghafal al-Qur’an, sehingga mereka hafidz sejak kecil (maksimal lulus SMP hafidz al-Qur’an) maka mereka akan menjadi penerus perjuangan masa depan. Mereka calon pemimpin masa depan, begitu indahnya ketika kepemimpinan masa depan berada di bawah pemimpin yang hafidz al-Qur’an, mengamalkan al-Qur’an dan mendakwahkan al-Qur’an

Kamis, 05 November 2015


UJIAN TENGAH SEMESTER
FAKULTAS HUKUM UM METRO

Mata Kuliah        : Al-Islam II
Dosen                  : M.Samson Fajar

Perhatian:
a.     Jawab Soal dengan baik dan benar
b.    Tulis dengan kertas A4 di ketik 1,5 spasi, fond book antiqua
c.     Jawab dengan dasar dan argument yang tepat
d.    Boleh membuka buku, web dan yang lain, dengan mencantumkan referensi catatanya di jawaban
e.     Dikumpulkan hari rabu minggu depan. Tidak menerima pengumpulan setelah itu
soal
1.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan ibadah ? sebutkan macam ibadah ?
2.    Sholat adalah tangga kedua dalam Islam, sebutkan hikmahnya dalam kehidupan ?
3.    Zakat adalah ibadah harta yang diwajibkan, jelaskan makna dan hikmahnya dalam kehidupan.
4.    Hikmah puasa adalam membentuk orang takwa, apa janji Allah bagi orang takwa ?
5.    Haji adalah internasionalisasi diri seorang muslim, jelaskan maksudnya ?

Rabu, 04 November 2015


Ujian Tengah Semester
Fakultas Ekonomi UM Metro
Mata Kuliah               : Al-Islam IV
Dosen                         : M.Samson Fajar

Perhatian: dikerjakan dirumah, dengan referensi yang jelas (footnote), kerta A4, fond Book Antiqua, dan dikumpulkan kamis depan. Bagi yang mengumpulkan terlambat tidak diterima.
Soal
1.      Islam adalah agama ilmu pengetahuan, jelaskan dengan argumentasi yang benar ?
2.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan integrasi ilmu pengetahuan dan agama ?
3.      Apa perbedaan konsep ilmu dalam islam dengan ilmu dalam pandangan barat ?
4.      Ilmu ekonomi adalah salah satu bidang ilmu yang sangat ditekankan dalam Islam, bagaimana Islam memandang ilmu ekonomi ?
5.      Apa tanggung jawab ilmuwan terhadap lingkungan ?

Selasa, 03 November 2015


UJIAN TENGAH SEMESTER
FAKULTAS EKONOMI UM METRO

Mata Kuliah        : Al-Islam II
Dosen                  : M.Samson Fajar

Perhatian:
a.     Jawab Soal dengan baik dan benar
b.    Tulis dengan kertas A4 di ketik 1,5 spasi, fond book antiqua
c.     Jawab dengan dasar dan argument yang tepat
d.    Boleh membuka buku, web dan yang lain, dengan mencantumkan referensi catatanya di jawaban
e.     Dikumpulkan hari rabu minggu depan. Tidak menerima pengumpulan setelah itu
soal
1.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan ibadah ? sebutkan macam ibadah ?
2.    Sholat adalah tangga kedua dalam Islam, sebutkan hikmahnya dalam kehidupan ?
3.    Zakat adalah ibadah harta yang diwajibkan, jelaskan makna dan hikmahnya dalam kehidupan.
4.    Hikmah puasa adalam membentuk orang takwa, apa janji Allah bagi orang takwa ?
5.    Haji adalah internasionalisasi diri seorang muslim, jelaskan maksudnya ?

Jumat, 10 Juli 2015

Khutbah Ied 2015:

RAMADHAN INSTRUMEN MEMBANGUN
UMMAT BERPERADABAN UNGGUL
الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ –3 X الله ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ, لاَإِلهَ إِلاَّالله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلهَ إِلاَّالله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. الحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِياَفَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّالله ُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االداَّعِيْ إِلىَ الصِّراَطِ المُسْتَقِيْمِ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَماَّ بَعْدُ:
فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا الله َحَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sebuah kebahagiaan bercampur kesedihan ketika suara takbir, tahli dan tahmid berkumandang. Rasa bahagia karena kita telah mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadhan tanpa ada halangan yang signifikan. Akan tetapi kesedihan juga menyelimuti hati kita semua karena bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, telah lepas segala kemuliaan bulan Ramadhan saat ini, sehingga yang paling membuat kegalauan hati dan kegundahan adalah apakah di bulan Ramadhan ini amal kita telah dicatat sebagai kebaikan, Allah swt telah mengampuni kita dengan wasilah Ramadhan, apakah lailatul qadar telah kita dapatkan dan apakah surga Naim sudah menanti kita karena Ramadhan tahun ini. Andaikan semua itu belum kita dapatkan maka sungguh kerugian besar yang kita dapatkan tahun ini.
Rasulullah saw bersabda:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ
Artinya:”.Banyak orang yang puasa tidak mendapatan pahala puasa kecuali hanya lapar saja, dan berapa banyak orang yang sholat malam tidak mendapatkan pahala sholat kecuali hanya kantuk saja (HR.Ibnu Majah)

Peringatan Nabi inilah yang membuat kita sedih, apakah selama satu bulan ini kita telah benar-benar diterima ibadahnya oleh Allah swt atau hanya berlapar-lapar, berhaus-haus dan bercapek-capek saja. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, karena orang yang cerdas adalah yang senantiasa melakukan perhitungan akan amalnya, ketika amalnya berkurang maka dia akan meningkatkanya, jika amalnya buruk maka akan memperbaikinya. Jangan pernah kita merasa telah baik amal kita, karena hal itu akan menutupi hati kita untuk melakukan perbaikan diri terus menerus. Sebagaimana Allah swt melarang kita merasa telah baik :

tûïÏ%©!$# tbqç7Ï^tGøgs uŽÈµ¯»t6x. ÉOøOM}$# |·Ïmºuqxÿø9$#ur žwÎ) zNuH©>9$# 4 ¨bÎ) y7­/u ßìźur ÍotÏÿøóyJø9$# 4 uqèd ÞOn=÷ær& ö/ä3Î/ øŒÎ) /ä.r't±Sr& šÆÏiB ÇÚöF{$# øŒÎ)ur óOçFRr& ×p¨ZÅ_r& Îû ÈbqäÜç/ öNä3ÏG»yg¨Bé& ( Ÿxsù (#þq.tè? öNä3|¡àÿRr& ( uqèd ÞOn=÷ær& Ç`yJÎ/ #s+¨?$# ÇÌËÈ  
Artinya:” (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.(An Najm ayat 32)

“Janganlah Kamu mengatakan dirimu suci” adalah sebuah pernyataan dalam ayat tersebut sebagai bentuk larangan untuk menganggap diri kita merasa baik, merasa benar dan merasa bersih dari dosa, sehingga yang muncul adalah kehati-kehatian dan selalu bertaubat kepada Allah swt serta memohon kepada Allah swt agar amal kita selalu diterima Allah swt.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dalam khutbah ini ada beberapa pesan yang ingin khotib sampaikan, tentang bagaimana menjadikan Ramadhan sebagai instrumen pembangun ummat yang berperadaban unggul. Hakikatnya ummat Islam adalah ummat yang unggul, sebagaimana Allah swt berfirman:
öNçGZä. uŽöyz >p¨Bé& ôMy_̍÷zé& Ĩ$¨Y=Ï9 tbrâßDù's? Å$rã÷èyJø9$$Î/ šcöqyg÷Ys?ur Ç`tã ̍x6ZßJø9$# tbqãZÏB÷sè?ur «!$$Î/ 3 öqs9ur šÆtB#uä ã@÷dr& É=»tGÅ6ø9$# tb%s3s9 #ZŽöyz Nßg©9 4 ãNßg÷ZÏiB šcqãYÏB÷sßJø9$# ãNèdçŽsYò2r&ur tbqà)Å¡»xÿø9$# ÇÊÊÉÈ  
Artinya:” kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.(Ali Imran ayat 110)
Ummat yang unggul (khairu ummah) adalah predikat bagi ummat Islam yang mereka beriman kepada Allah swt, beramar makruf nahi mungkar, predikat ini hakikatnya telah melekat dari ummat ini, akan tetapi sebuah pertanyaan adalah mengapa ummat Islam selalu tertinggal saat ini? Jawabanya adalah karena ummat Islam kurang memperhatikan nilai keimanan dan nilai amar makruf nahi mungkar baik dalam diri ummat Islam sendiri maupun dalam masyarakat.
Hakikatnya peradaban Islam yang unggul ini telah dicapai ummat terdahulu, dengan berbagai bukti sejarah yang gemilang. Ummat Islamlah yang telah memberikan warna peradaban kepada dunia ini. Karena memang peradaban Islam adalam peradaban universal yang mencakup segala bidang dengan ciri-ciri keunggulanya :
1.      Universalitas
Peradaban Islam dikenal dengan ciri  kosmopolitan. Al-Qur‘an telah menyatakan kesatuan jenis manusia meskipun berbeda-beda asal-usul keturunan, tempat tinggal dan tanah airnya. Ketika menyatakan kesatuan manusia yang kosmopolitan di atas jalan kebenaran, kebaikkan dan kemuliaan, al-Qur‘an telah menjadikan peradaban Islam sebagai simpul yang menghimpun semua kejeniusan bangsa-bangsa dan potensi umat yang bernaung di bawah panji-panji peradaban Islam. Setiap peradaban dapat membanggakan tokoh-tokoh jenius hanya dari putra-putranya yang satu ras dan satu umat tetapi peradaban Islam tidak demikian.
Peradaban Islam dapat membanggakan tokoh-tokoh jenius pembangun istananya dari semua umat dan bangsa. Abu Hanifah, Malik, Syaf‘i, Ahmad, al-Khalil, Sibawaih, al-Kindi, al-Ghazali, al-Farabi, Ibn Rushd dan tokoh-tokoh lain semisal mereka adalah manusia dari kebangsaan yang berbeda-beda. Yang satu tinggal di Asia, yang lainya di Afrika, dan yang lainnya lagi di Eropa. Namun tokoh yang berlainan asal-usul dan tanah airnya adalah lebih dikenal sebagai tokoh-tokoh jenius Islam, ketimbang tokoh dari sebuah negara yang sempit atau bangsa tertentu. Lewat mereka, peradaban Islam mampu mempersembahkan produk pemikiran yang paling mengagumkan.
Bahkan yang lebih menarik lagi, umumnya mereka bukan berkebangsaan Arab dan bukan berasal dari keturunan penduduk gurun pasir tanah Jazirah Arabia. Mereka berasal dari negeri yang sangat jauh dari tanah Mekkah dan Madinah, namun peradaban Islam telah menjadikan mereka hidup dalam sebuah negara kosmopolitan, yaitu Khilafah Islamiyah.
Peradaban Islam tidak mengenal nation yang kecil dan terpecah-pecah. Sebaliknya, peradaban Islam menyatukan umat manusia dari beragam latar belakang ras, bangsa, wilayah geografis, keturunan dan beragam bahasa. Tanpa menghilangkan jati diri dan identitas masing-masing.
2.      Tauhid
Di antara keunggulan yang membedakan peradaban Islam dengan peradaban yang lainnya adalah bahwa peradaban Islam tegak atas dasar tauhid secara mutlak kepada Allah. Peradaban Islam adalah peradaban pertama yang menyerukan bahwa Tuhan itu satu dan tidak mempunyai sekutu dalam kekuasaan dan kerajaan-Nya atau asas wah}daniyah (ketunggalan). Hanya Dia yang disembah dan hanya Dia yang dituju oleh kalimat “Iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in” (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan). Hanya Dia yang memuliakan dan menghinakan, yang memberi dan mengaruniai. Tiada sesuatupun di langit dan di bumi kecuali berada kekuasaan dan pengaturan-Nya.
Ketinggian dalam memahami wahdaniyah (keesaan Tuhan) ini mempunyai pengaruh besar dalam mengangkat martabat manusia, dalam membebaskan rakyat jelata dari kezaliman raja, pejabat, bangsawan dan tokoh agama. Tidak itu saja, tapi wah}daniyah ini juga berpengaruh besar dalam meluruskan hubungan antara peguasa dan rakyat, dalam mengarahkan pandangan hanya kepada Allah semata sebagai pencipta mahkluk dan Rabb adalah Islam yang hampir membedakannya dari seluruh peradaban baik yang telah berlalu maupun yang akan datang, yakni kebebasannya dari setiap fenomena paganisme (paham keberhalaan) dalam aqidah, hukum, seni, puisi dan sastra. Inilah rahasia yang membuat peradaban Islam berpaling dari penerjemahan mutiara-mutiara sastra Yunani yang paganis (keberhalaan), dan ini pula yang menjadi rahasia mengapa peradaban Islam lemah dalam seni-seni pahat dan patung meskipun menonjol dalam seni seni-seni ukir dan desain bangunan.
3.      Adil dan Moderat
Keadailan dan moderat (wasatan) merupakan karakteristik yang unggul dalam peradaban Islam, yakni moderat dan adil antara dua sudut yang saling bertentangan. Peradaban Islam terhimpun antara ruh dan jasad, atau tuntutan ruh dan tuntutan jasad, mengumpulkan antara ilmu syariat dan ilmu hayat, seperti mementingkan dunia sebagaimana mementingkan akhirat, mengumpulkan antara perumpamaan dan kenyataan, kemudian menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Maksudnya keseimbangan antara dua hal yang saling bertentangan adalah upaya setiap pihak menghapus egoismenya, memberikan haknya secara adil, tidak berlebihan dan juga tidak terlalu kurang. Tidak zalim dan tidak pula merugikan.
Tujuan keseimbangan tersebut adalah untuk memenuhi harmonisasi antara fitrah kemanusiaan dan tujuan akal. Begitu juga dengan memenuhi keselarasan universal dalam pemikiran manusia dan angan-angannya, keinginan dan niat tujuannya.
Selain itu, peradaban Islam memiliki sikap toleransi keagamaan yang mengagumkan, yang tidak pernah dikenal oleh peradaban lain yang juga berpijak pada agama. Bahwasanya, peradaban Islam menjadi unik dalam sejarah, karena yang mendirikannya adalah satu agama tetapi keberadaannya untuk seluruh agama.
4.      Sentuhan Akhlak atau Moral
Akhlak dalam peradaban Islam merupakan pagar yang membatasi sekaligus dasar yang menyebabkan kemajuan dan kejayaan Islam. Dasar nilai-nilai Islam dan akhlak masuk disetiap aturan kehidupan, berbagai macam perbedaan dan perkembangannya, baik secara individu maupun masyarakat, politik maupun hukum. Peradaban Islam menjadikan tempat pertama bagi prinsip-prinsip moral atau akhlak dalam setiap sistem dan berbagai bidang kegiatannya. Peradaban Islam tidak pernah lepas dari prinsip-prinsip moral ini. Bahkan moral menjadi ciri khas peradaban Islam.
Islam tidak mengenal penjajahan dan eksploitasi kekayaan suatu negeri, apalagi menghina dan memperkosa wanita-wanita. Para penyebar Islam ke berbagai negeri justru menjadi guru dalam bidang moral untuk setiap negeri yang dimasukinya.
Peradaban Islam sungguh kontras dengan peradaban Barat saat ini yang gencar mengeksplor free sex, lesbianisme, homoseksual, hedonisme dan dekadensi moral. Barat mengatakan bahwa perilaku seks sejenis adalah hak asasi manusia dan melegalkannya. Bahkan secara hukum telah meresmikan pasangan laki-laki menikah sejenis untuk membentuk sebuah rumah tangga yang diakui secara hukum.
Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak, beliau ingin menyempurnakan akhlak budi pekerti dalam jiwa umatnya dan seluruh manusia. Namun yang paling penting diketahui, bahwa sumber akhlak dan moral dalam peradaban Islam adalah wahyu.

Dengan segala karakteristik tersebut, peradaban Islam mempunyai keistimewaan secara esensinya, yaitu peradaban yang bersifat universal. Ia didasarkan atas ketauhidan mutlak kepada Allah. Ia membawa sifat keseimbangan dan pertengahan, sebagaimana perabadan Islam juga membawa sentuhan akhlak yang bernilai. Semua itu menunjukkan bahwa peradaban Islam bukanlah peradaban yang sempit, peradaban milik masyarakat tertentu, dan tidak pula menentang fitrah manusia. Inilah karakteristik yang terdapat dalam peradaban Islam, yang tidak dimiliki oleh peradaban lainnya. Peradaban tersebut selaras dengan karakter yang berdasarkan kepada dasar-dasar ajaran Islam. Serta menjadikan peradaban sebagai objek kekaguman dunia dan menjadikan pusat perhatian bagi orang-orang dari setiap ras dan agama.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Setelah Ramadhan ini, keunggulan peradaban Islam tidak boleh hanya menjadi mimpi dan cita-cita, apalagi hanya menjadi sejarah belaka yang meninabobokan ummat. Akan tetapi cita-cita peradaban ummat unggul ini harus menjadi agenda besar ummat Islam semuanya. Dengan melakukan beberapa hal di bawah ini sebagai aplikasi hasil ketaqwaan di bulan ramadhan:
  1. Penguatan Iman Secara Masif
Penguatan Iman ummat secara masif adalah agenda utama ummat Islam ba’da Ramadhan, karena memang Ramadhan adalah bulan Iman. Semua ritual dalam bulan Ramadhan adalah dalam rangka menguatkan keimanan dan keyakinan ummat Islam.
Penguatan iman ini sangat penting, karena saat ini ummat Islam seperti makanan di meja makan, ummat Islam menjadi objek kemurtadan, seperti makanan yang dikerubuti oleh para penyantap makanan.
Rasulullah saw bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

Sehingga Kalau kita lihat data statistik 2004 dari hasil sumber survei nasional tahun 90-an, umat Islam masih bertahan dari sisi kulaitas 93%. Data statistik tahun 2000 umat Islam Indonesia mengalami penurunan drastis 21%. Jadi data statistik tahun 2000 umat Islam tinggal 79%” tambahnya memaparkan data dan fakta. Diungkap dalam VOA Islam, tahun 2000 bahwa mereka berhasil memurtadkan kaum muslimin sebanyak 7 juta orang, dan itu diteliti data itu dicek kebenarnya oleh 4 lembaga nasional dan ternyata valid, real dan benar. Setelah itu diadakan permurtadan disegala aspek dan setiap lini dia bergerak, sehingga setelah tahun 2000 mereka berhasil memurtadkan hinga 7 .
Oleh sebab itu data tersebut harus di jawab dengan agenda penguatan iman ummat, dengan cara menguatkan dakwah, memotivasi ummat Islam untuk beribadah dengan baik, serta melakukan penjagaan Iman ummat Islam agar tidak mengalami kemurtadan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
  1. Penguatan Ukhuwah Islamiah
Agenda kedua adalah penguatan Ukhuwah Islamiah, ummat Islam harus bersatu, sebagaimana dalam puasa kita bersama merasakan lapar dan dahaga, yang kaya merasa lapar, yang miskin merasa lapar, orang Indonesia lapar, Amerikapun lapar. Hal ini adalah kesatuan hati yang harus terwujud dalam kehidupan.
Sudah waktunya ummat Islam meninggalkan hal-hal yang diperselisihkan, menuju kepada pendalaman agama yang lebih, karena perpecahan ummat disebabkan kedangkalan ilmu dan pemahaman akan agama. Ummat islam adalah seperti satu tubuh, bahkan seperti satu bangunan, yang tentu itu harus berjalan sinergis sebagaimana hadits Nabi  Muhammad saw:
نْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).
Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).
Ummat Islam juga seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan, saat ini kita memiliki agenda besar, bagaimana membantu saudara kita yang terdzalimi, di Rohingya, Palestina, Cina selatan. Bahkan juga kita saat ini harus bersatu pada mengangkat kebodohan dari diri ummat Islam, menyelesaikan kemiskinan ummat dengan saling tolong menolong, hilangkan fanatisme, hilangkan kedengkian, hilangkan perseteruan, mari kita bangun silaturahim, musyawarah, duduk bersama dan saling membangun kedamaian. Kesatuan ummat Islam adalah modal signifikan membangun peradaban, karena peradaban tidak akan terbangun dengan bercerai berai.
  1. Penguatan Keluarga Sakinah Ummat Islam
Penguatan keluarga adalah agenda ketiga dalam membangun peradaban ummat yang unggul, dalam ramadhan kita diajarkan dengan kebersamaan buka dan sahur dengan keluarga, beribadah bersama dan bercanda bersama. Alangkah indahnya ummat Islam ketika terbentuk keluarga sakinah dalam hidupnya.
Fakta membuktikan, yang menyebabkan melemahnya ummat disebabkan benteng pertahanan rumah tangga melemah, perceraian sangat besar dan broken home menjadi penyakit menular dalam kehidupan.
Data Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI tahun 2010 melansir bahwa selama 2005 sampai 2010, atau rata-rata satu dari 10 pasangan menikah berakhir dengan perceraian di pengadilan," sehingga tingkat perceraian ummat Islam di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik. Hal ini harus menjadi perhatian penting, bagaimana dakwah diarahkan dalam membimbing dan membina keluarga muslim, karena dalam keluarga inilah akan terbentuk manusia-manusia berkualitas masa depan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
  1. Penguatan Generasi Qur’ani
Agenda ke empat adalah penguatan generasi Qur’ani. Indonesia adalah negara terbesar Islamnya, ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kita. Akan tetapi yang harus kita lakukan adalah besarnya kuantitas harus di iringi dengan baiknya kualitas umat.
Generasi Qur’ani adalah solusi bagi masalah ummat saat ini. Generasi yang mampu menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidupnya, menghafalnya, bahkan memahami dan mengamalkanya. Saat ini kita harus melahirkan disetiap rumah ummat Islam harus minimal satu yang hafal al-Qur’an, agar Arsy Allah swt bergetar, agar pemimpin masa depan hafal al-Qur’an, karena merekalah pengejawentahan pribadi Nabi Muhammad saw. Indonesia kali ini boleh berbangga. Pasalnya, ternyata jumlah penghafal Alquran di Indonesia tertinggi di dunia, yakni mencapai 30 ribu orang. Arab Saudi bahkan hanya memiliki 6.000 orang penghafal Alquran. Namun jangan gembira dulu, jumlah tersebut masih terhitung sedikit jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang sekitar 234 juta orang.
Jumlah 30.000 orang hafidz al-Qur’an belum sebanding dengan 234 juta ummat muslim di Indonesia, apalagi jika di kerucutkan dengan berapa banyak yang memahami dan menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman kepribadian dalam hidup.

  1. Penguatan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi
Agenda kelima adalah penguatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Ummat Islam setelah ramadhan harus memiliki semangat belajar yang lebih karena spirit lailatul Qadar adalah turunya surat al-alaq yang memerintahkan belajar. Saat ini ummat Islam angka partisipasi menuntut ilmunya masih minim. Data di bawah ini menjadi penting buat kita ummat Islam: · Umat Islam sedunia hanya memiliki 500 universitas (terkenal/besar). Di Amerika Serikat ada 5.758 Universitas! India 8.407 Universitas!  Tidak ada universitas Islam dari  500 universitas terbaik di dunia. Ada 6 universitas Israel dari 500 universitas terbaik di dunia. Proporsi pembelajaran di negara-negara Kristen 90%. Proporsi pembelajaran di dunia Muslim 40%. Tingkat pendidikan 100% ada di 15 negara Kristen. Di negara-negara Muslim tidak ada yang tingkat melek hurufnya hingga 100%. Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Kristen 98%. Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Muslim 50%. Persentase memasuki universitas di negara-negara Kristen 40% . Persentase memasuki universitas di negara-negara Muslim 2%.
Hanya ada 230 sarjana Muslim dari setiap juta orang Islam. Ada 5.000 sarjana dari setiap juta orang Amerika. Dari setiap 1 juta masyarakat Amerika, ada 1000 orang teknisi. Di negara-negara Muslim hanya memiliki 50 per 1 juta orang. Negara-negara Islam mengeluarkan dana 0,2% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.  Negara-negara Kristen mengeluarkan 5% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan. Tingkat distribusi surat kabar harian di Pakistan adalah 23 surat kabar per 1000 penduduk. Tingkat distribusi surat kabar harian di Singapura adalah 460 surat kabar per 1000 penduduk. Di Inggris, distribusi buku, 2.000 per satu juta orang.
· Di Mesir 17 buku per satu juta orang. Alat-alat teknologi canggih (High-tech) 0,9% dari ekspor Pakistan, 0,2% dari ekspor Kerajaan Arab Saudi dan 0,3% dari ekspor Kuwait, Aljazair dan Maroko. Peralatan berteknologi tinggi, 68% dari ekspor Singapura.
Data di atas menjadi evaluasi kita semua, semua ummat Islam harus sekolah, harus belajar, tidak ada kata tidak belajar, semua harus menuntut ilmu agar semakin berkualitas untuk membangun peradaban unggul. Kita jauh tertinggal dibandingkan dengan ummat lain.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
  1. Penguatan Politik Ummat
Agenda ke enam adalah penguatan politik ummat. Ummat Islam harus mampu menyiapkan generasi pemimpin masa depan, sebagai presiden, menteri, anggota dewan dan seluruh pemegang kebijakan negeri ini. Jangan sampai kita menjadi objek politik seterusnya, kita harus berubah. Nabi Muhammad saw adalah politikus yang bijaksana, adil dan dekat dengan Allah swt dan ummat. Inilah yang harus diwujudkan.
Ummat Islam harus bersatu membangun kekuatan politik ini, sehingga akan melahirkan pemimpin terbaik, jangan bercerai berai karena akan melemahkan posisi ummat itu tersendiri. Dengan politik islam yang berkeadilan maka kemaslahatan ummat akan terwujud, kemaksiatan akan terminimalisir.
  1. Penguatan Ekonomi Ummat.
Agenda terakhir adalah penguatan ekonomi ummat. Ekonomi sangat penting, karena saat ini ummat Islam bukan ummat yang disegani dalam bidang ekonomi. Data kemiskinan ummat Islam sangat mengejutkan: bahwa setengah penduduk dunia yang miskin itu mayoritasnya ialah umat Islam? Memang memilukan ternyata angka kemiskinan sangat tinggi di negara-negara Muslim di dunia, tentu saja termasuk di Indonesia. Tahun 2004 di Malaysia sempat diadakan Konferensi Internasional tentang Kemiskinan di Dunia dan Penduduk Muslim, dalam konferensi itu Dr. Amer Al-Roubaie menyampaikan bahwa, “di belahan dunia manapun, umat Islam lebih akrab dengan kemiskinan dibanding umat manapun. Sekitar 500 juta orang, dimana hampir 40%nya adalah umat Islam diklasifikasikan sebagai kategori yang berpendapatan rendah oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). Hal ini berlawanan dengan kenyataan bahwasanya umat Islam memiliki kemampuan berbagi sumber daya manusia dan sumber daya alam. Di antara sumber daya alam tersebut adalah minyak bumi sebagai komoditi yang paling banyak dipergunakan di pasar global. Negara-negara Muslim menguasai hampir 80% sumber daya alam tersebut.
Ummat Islam harus mulai sadar bahwa kita memiliki potensi sumber daya yang luar biasa, mari kita galang kekuatan, keterampilan dan segala potensi yang lainya untuk memberdayakan ekonomi ummat. Hal ini tidak akan mungkin terwujud kecuali ummat Islam harus mengembangkan ekonomi syari’ah. Kemajuan Islam masa Nabi, sahabat dan tabi’in didukung oleh para konglomerat muslim yang luar biasa, ummat Islam adalah contoh teladan dalam etos kerja, sehingga hal ini perlu diwujudkan kembali dalam kehidupan ini.
Enam agenda besar itu harus kita wajudkan pasca Ramadhan ini, dalam rangka membangun ummat Islam berperadaban unggul. Sudah saatnya ummat Islam bangkit dari tidur panjangnya, sehingga akan menjadi pemegang kepemimpinan dunia yang dijanjikan Allah swt :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَ‌ٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ 

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Akhirnya marilah kita berdoa, menundukkan kepala, memohon kepada Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim untuk kebaikan kita dan umat Islam dimana saja berada:

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ.

Ya Allah, sesungguhnya kami memuji-Mu, meminta tolong kepada-Mu, dan memohon petunjuk dari-Mu, kami berlindung dan bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur atas semua nikmat-Mu, kami tidak mengingkari-Mu, kami berlepas diri dari siapa pun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya untuk-Mu shalat dan sujud kami, dan hanya kepada-Mu kami berusaha dan bergegas, kami sangat mengharapkan rahmat-Mu dan takut akan siksa-Mu, sesungguhnya azab-Mu benar-benar ditimpakan kepada orang-orang kafir.

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ بِالإِسْلاَمِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالإِيْمِانِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْقُرْآنِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِشَهْرِ رَمَضَانَ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْمُعَافَاةِ لَكَ الْحَمْدُ بِكُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيْنَا.

Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu atas nikmat Islam, nikmat Iman, nikmat Al-Qur’an, nikmat bulan Ramadhan, nikmat keluarga, harta dan kesehatan. Segala puji bagi-Mu atas semua nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami.

سُبْحَانَكَ لاَ نُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ.
Maha Suci Engkau, kami tidak akan sanggup menghitung dan membatasi pujian bagi-Mu. Keagungan-Mu hanya dapat diungkapkan dengan pujian-Mu kepada diri-Mu sendiri, segala puji hanya bagi-Mu (dari kami) sampai Engkau ridha (kepada kami) dan segala puji bagi-Mu setelah keridhaan-Mu.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ ونَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ya Allah, sampaikanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada hamba, nabi dan rasul-Mu Muhammad saw beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّنَا صِغَارًا.
Ya Allah, ampunilah kami dan ampuni pula kedua orang tua kami dan sayangilah mereka seperti kasih sayang mereka saat mendidik kami di waktu kecil.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ridha dan surga-Mu serta semua ucapan maupun perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya, dan kami berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu serta semua ucapan maupun perbuatan yang dapat mendekatkan kami kepadanya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِجَمِيْعِ مَوْتَى الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ شَهِدُوْا لَكَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ وَلِنَبِيِّكَ بِالرِّسَالَةِ وَمَاتُوْا عَلَى ذَلِكَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُمْ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُمْ وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِمْ مِنَ الذٌّنُوْبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَجَازِهمْ بِالْحَسَنَاتِ إِحْسَانًا وَبِالسَّيِّئَاتِ عَفْوًا وَغُفْرَانًا.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum mukminin yang telah wafat dan telah bersaksi atas keesaan-Mu dan kerasulan nabi-Mu (Muhammad saw) dan mereka meninggal dalam keadaan demikian. Ya Allah, ampuni dan rahmatilah mereka, maafkan semua kesalahan mereka, muliakan tempat tinggalnya, luaskan kediamannya, sucikan mereka dengan air, salju, dan embun, bersihkan mereka dari berbagai dosa dan kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Dan balaslah amal kebaikan mereka dengan kebaikan pula, dan amal buruk mereka dengan maaf dan pengampunan.
      
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
Ya Allah, bantulah kami dalam berdzikir dan bersyukur serta beribadah kepada-Mu dengan baik, wahai Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ اَللَّهُمَّ زَكِّ نُفُوْسَنَا  بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ.
Ya Allah, bersihkan dan sucikan hati dan jiwa kami dengan Al-Qur’an yang mulia.

اَللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ حُجَّةً لَنَا لاَ حُجَّةً عَلَيْنَا.
Ya Allah, ingatkan kami ayat Al-Qur’an yang terlupa, ajarkan kami darinya apa yang  tidak kami ketahui, berikan rezki kepada kami berupa kenikmatan membacanya malam dan siang, jadikan ia hujjah bagi kami jangan jadikan ia hujjah atas kami.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ القُرْآنِ الَّذِيْنَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ahli Al-Qur’an yang menjadi keluarga-Mu dan hamba-hamba istimewa di sisi-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِيْ رَعَايَاهُمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالاِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةَ إِلَيْهِمْ.
Ya Allah, perbaikilah (akhlaq) para pemimpin kaum muslimin, bimbinglah mereka dalam menegakkan keadilan, menyayangi, dan memperhatikan kepentingan rakyat. Tumbuhkan kecintaan rakyat kepada mereka dan kecintaan mereka kepada rakyat.

اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَالْعَمَلِ بِوَظَائِفِ دِيْنِكَ الْقَوِيْمِ وَاجْعَلْهُمْ هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah, bimbinglah mereka ke jalan-Mu yang lurus, agar bekerja demi agama-Mu yang benar, jadikan mereka teladan yang mendapat petunjuk-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَالْحُكْمِ بِشَرِيْعَتِكَ وَإقَامَةِ حُدُوْدِكَ.
Ya Allah, bimbinglah mereka agar bekerja sesuai kitab-Mu, sunnah Nabi-Mu, memutuskan dengan syariat-Mu, dan menegakkan hukum-hukum-Mu.

اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لإِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَحَاسِنِ وَأَنْوَاعِ الْخَيْرَاتِ.
Ya Allah, tuntunlah mereka untuk memberantas kemunkaran dan menampilkan segala bentuk kebaikan.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ آمِرِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ فَاعِلِيْنَ لَهُ نَاهِيْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ تَارِكِيْنَ لَهُ.
Ya Allah, jadikanlah mereka para penyeru kebaikan yang melaksanakannya, penghalang kemunkaran yang meninggalkannya.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ.
Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin, murahkanlah harga-harga kebutuhan hidup mereka, dan jadikanlah mereka aman sentosa di tanah air mereka.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ وَحَبِّبْ إِلَيْهِمُ الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِهِمْ وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah, perbaikilah keadaan para pemuda kaum muslimin, jadikan mereka para pencinta keimanan dan jadikan iman itu indah dalam hati mereka, bencikan mereka terhadap kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, dan jadikan mereka orang-orang yang lurus, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّ إِذَا دَعَاكَ نَسْأَلُكَ أَنْ تُعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِميْنَ وَأَنْ تُذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَنْ تُدَمِّرَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَنْ تَجْعَلَ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.
Ya Allah Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan, Yang Maha Mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan, kami memohon kepadamu agar Engkau memuliakan Islam dan kaum muslimin, menghinakan kemusyrikan dan orang-orang musyrik, menghancurkan musuh-musuh agama, dan menjadikan negeri ini dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya aman dan tenteram.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تُحَرِّرَ الْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَأَرْضَ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنْ جُنُوْدِ حَمَاس. اَللَّهُمَّ انْصُرَْإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي أَفْغَانِسْتَان، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي كَشْمِيْرَ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي الْعِرَاقِ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي الشِّيْشَانِ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَائِرِ بِلاَدِ الإِسْلاَمِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah dan menangkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin para mujahidin di jalan-Mu di mana pun mereka berada. Tolonglah saudara-saudara kami kaum muslimin para mujahidin Palestina, bebaskan Masjid Aqsha dan tanah Palestina dari perampok Yahudi, tolonglah saudara-saudara kami kaum muslimin para pejuang Hamas. Ya Allah, bantulah pula saudara-saudara kami kaum muslimin para mujahidin di Afghanistan, Kasymir, Irak, Chechnya, dan negeri-negeri kaum muslimin yang lain, wahai Penguasa alam semesta.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قُلُوْبٍ لاَ تَخْشَعُ وَمِنْ نُفُوْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا.
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari api neraka.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal dan doa kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Semoga shalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin kami Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya semua. Maha suci Tuhanmu Pemilik kemuliaan dari apa yang mereka persekutukan. Semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada para rasul dan segala puji hanya bagi Tuhan semesta alam.