Kemustahilan dan Kemungkinan M.Samson Fajar وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ە ۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۚ ٤٩ (Allah akan menjadikannya) sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata,) "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah. Aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit buras (belang) serta menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah. Aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu ...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Parenting Nabi Nuh AS: Mendidik dengan Cinta, Keteguhan, dan Tawakal Keluarga adalah tempat pertama seorang anak mengenal kehidupan. Di dalam keluarga, anak belajar tentang cinta, nilai, agama, tanggung jawab, dan bagaimana menghadapi dunia. Karena itu, menjadi orang tua bukan sekadar memiliki anak, tetapi menerima amanah untuk mendidik manusia yang kelak akan mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan Allah SWT. Al-Qur’an menghadirkan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam sebagai salah satu pelajaran parenting yang sangat mendalam. Kisah beliau menjadi semakin menyentuh karena Nabi Nuh adalah seorang nabi yang sangat gigih mendidik dan menyeru kaumnya, tetapi salah seorang anaknya justru tidak mengikuti jalan iman. Kisah tersebut mengajarkan sebuah kenyataan penting: orang tua dapat memberikan pendidikan terbaik, tetapi tidak dapat memaksa hati anak untuk menerima kebenaran. Mendidik dengan Tauhid Nabi Nuh AS memulai perjuangannya dengan tauhid. Beliau menyeru manusia untuk menyembah...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Parenting Nabi Adam AS: Mendidik Anak dengan Tauhid, Adab, dan Pengendalian Diri Keluarga adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Sebelum mengenal sekolah, guru, teknologi, dan lingkungan sosial, anak terlebih dahulu belajar dari rumah. Karena itu, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pendidikan orang tua atau seberapa mahal sekolah yang dipilih, tetapi terutama oleh nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini. Salah satu kisah keluarga yang sangat penting untuk direnungkan adalah kisah Nabi Adam ‘alaihissalam dan kedua putranya, Habil dan Qabil. Al-Qur’an mengabadikan kisah tersebut dalam Surah Al-Mā’idah ayat 27–31. Meskipun Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci seluruh metode pengasuhan Nabi Adam, kisah tersebut memberikan gambaran mendalam tentang tantangan pendidikan anak: bagaimana membangun ketakwaan, menghadapi kecemburuan, mengelola emosi, menyelesaikan konflik, dan bertanggung jawab atas pilihan hidup. Kisah ini mengajarkan kepada ki...
Parenting Qur’ani
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Parenting Qur’ani: Ketika Menjadi Orang Tua Adalah Amanah, Ibadah, dan Perjalanan Menuju Allah Menjadi orang tua adalah salah satu anugerah terbesar dalam kehidupan. Namun, di balik kebahagiaan memiliki anak, terdapat amanah besar yang harus dijalankan. Anak bukan sekadar kebanggaan keluarga, bukan pula hanya investasi masa depan. Anak adalah amanah dari Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, menjadi orang tua sesungguhnya bukan hanya tentang bagaimana membesarkan anak, tetapi tentang bagaimana mendidik, membimbing, membersamai, dan mengantarkan mereka menjadi manusia yang mengenal Allah, mencintai kebaikan, memiliki akhlak mulia, serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab. Di sinilah pentingnya parenting. Parenting Bukan Sekadar Ilmu Mengasuh Anak Parenting sering dipahami sebagai teknik bagaimana menghadapi anak: bagaimana membuat anak disiplin, bagaimana mengatasi tantrum, bagaimana membatasi gadget, atau bagaimana meningkatkan prestasi...
*Harta tidak mampu menyatukan hati manusia
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
*Harta tidak mampu menyatukan hati manusia* Allah SWT berfirman: _Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana (Al Anfal 63)_ Banyak orang menyangka dengan harta mampu berbuat segalanya, sehingga segalanya butuh uang, walau uang bukan segala-galanya. Saat ini uang seperti menjadi nahkoda hidup, semua risau dengan kekayaan, uang dan harta benda. Ketiadaannya benar-benar membuat semua mengalami kesulitan. Sedangkan Islam tidak mengajarkan demikian, Islam mengajarkan untuk bersikap sederhana dengan uang, tidak menjadikannya segala-galanya. Ayat di atas menunjukkan bagaimana Allah SWT menegaskan bahwa yang menyatukan manusia adalah Allah SWT, bukan kekayaan dan uang. Dalam tafsir disebutkan bahwa Allah Yang mempersatukan hati mereka orang-ora...
One Home One Hafidz
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ONE HOME ONE HAFIDZ (SATU RUMAH SATU HAFIDZ) Oleh : M.Samson Fajar Pendahuluan Iqra’ : Bacalah!! Ayat pertama ini mampu mengguncang dunia, ayat yang menjadi titik tolak peradaban Islam bersinar ke seluruh pelosok negeri. Dengan Iqra’ inilah manusia dapat dikeluarkan dari kegelapan ( al-dzulm ) kepada cahaya kebenaran Islam ( al-Nur ), mengangkat manusia dari jurang neraka, menuju taman surga yang sangat indah. Iqra’ bukan sekedar iqra’, iqra’ adalah membaca dengan seluruh potensi dalam diri manusia, potensi kecerdasan yang Allah SWT telah berikan, sehingga mereka benar-benar menjadi manusia yang tinggi derajatnya. Karena peradaban dunia hanya bisa diwujudkan dengan ilmu pengetahuan yang diamalkan (ilmu amaliyah) dan amal yang didasarkan pada ilmu pengetahuan (amal ilmiah). Inilah yang disebut Ibnu Qayim sebagai ahli Qur’an,sebagaimana pernyataanya: “Ahlul Qur`an adalah mereka yang mengilmuinya dan mengamalkannya, meskipun belum hafal di hatinya. Adapun orang yang menghaf...