Pembuktian dan Keselarasan Menambah Keyakinan وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَلِاُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ Artinya: "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang ada di hadapanku, dan aku menghalalkan bagimu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (Ali Imran ayat 50) Dari Nalar Kemungkinan ke Nalar Keyakinan Setelah nalar kemungkinan pada ayat 49, Nabi Isa as membangun tiga hal pada ayat 50: penyelarasan (membenarkan Taurat), peringanan (menghalalkan sebagian yang diharamkan), dan pembuktian (membawa tanda dari Tuhan). Ketiganya bermuara pada seruan fattaqullāh wa athī'ūn . Ketiga hal ini punya dampak psikologis. Manusia cenderung mempertahankan apa yang sudah ia ketahui dan yakini. Psikologi peril...
Postingan
Menampilkan postingan dari Oktober 9, 2026